Tampilkan postingan dengan label Tips Ponsel. Tampilkan semua postingan
Tips Menjaga Keamanan Data HP
05.15
Dijaman sekarang semakin canggihnya sebuah ponsel maka akan memunculkan kekhawatiran apakah data data didalamnya bakal aman terjaga .Banyak sekali kasus kasus yang terjadi akibat pencurin data data di ponsel.Seperti foto foto atau video video pribadi yang tersebar keluar tanpa sepengatahuan anda dan menjadi konsumsi banyak orang.Berikut akan diberikan beberapa tips untuk menjaga data data di dalam ponsel tetap aman.
1.Selalu pastikan konektivitas dalam handphone anda.bagi ponsel yang canggih,sudah dilengkapi dengan fasilitas bluetooth dan infra red..jangan biarkan bluetooth atau infrared dalam ponsel anda selalu dalam keadaan hidup(aktif).Karena kemungkinan akan dimasuki oleh sipencuri lewat konektivitas tersebut.sebisa mungkin ubah pengaturan diponsel agar setiap kali menerima transfer data lewat bluetooth atau infrared,selalu minta persetujuan dari anda terlebih dahulu.Jika suatu kali anda menerima kiriman data dari bluetooth dan orang yang mengirim tersebut tidak anda kenal..tolak kiriman data tersebut.
2.Ponsel biasanya dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih.Yaitu dengan menggunakan kode keamanan yang biasanya di sebut dengan PIN(Personal identification Number).PIN ini berupa angka yang dapat anda buat sendiri.Selain kode PIN ada juga PIN2..PIN2 merupakan kode PIN yang berfungsi sebagai pelindung lapis kedua.biasanya dengan PIN2 anda dapat mengunci beberapa aplikasi yang ada di ponsel.Jika beberapa kali salah memasukkan kode PIN,maka anda akan diminta memasukkan kode PUK(Personal Unblocking Key).Biasanya kode ini disediakan oleh masing masing operator.
3.Backup semua data yang ada didalam ponsel kedalam komputer.hal ini untuk berjaga jaga apabila nanti data data didalam ponsel hilang...
4.Saat memabaw ponsel anda untuk di service,jangan lupa mencabut memory card yang ada didalam ponsel.ini untuk mencegah apabila nanti data memory card anda di copy oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
5.saat akan menjual ponsel anda.sebisa mungkin menghapus semua data didalam ponsel.periksa memory card,jangan sampai ada data yang tertinggal.untuk lebih berjaga jaga lagi.coba untuk memformat memory card berulang ulang.karena dengan kita menformat memory berulang ulang akan menyebabkan data benar benar hancur(self-destruct)...karena sekarang ada software yang dapat membangkitkan lagi data yang telah terhapus dari memory card.
6.Bagi anda yang memiliki ponsel berkamera,usahakan jangan menggunakan kamera di ponsel untuk mengambil gambar gambar pribadi.karena tidak menutup kemungkinan orang orang akan berusaha untuk mengeksploitasi isinya.
7.Jangan meminjamkan ponsel kesembarang orang.Jika ada orang yang jail,maka dia akan diam diam mengambil data data pribadi di ponsel anda dan menyebarkannya keluar.
8.sebagai tambahan...usahakan jangan menyimpan nomor ponsel di kontak dengan nama nama seperti.."suamiku,kakakku,adikku atau panggilan panggilan untuk orang terdekat."mengapa saya katakan demikian?karena misalnya suatu saat tas anda hilang dan didalam tas anda ada handphone dan kartu ATM...maka sang pencuri akan segera menghubungi orang orang terdekat yang ada di phonebook ponsel anda.mereka akan mengaku sebagai teman anda dan meminta no PIN dari ATM yang ada didalam tas anda.
semoga bermanfaat!!!
1.Selalu pastikan konektivitas dalam handphone anda.bagi ponsel yang canggih,sudah dilengkapi dengan fasilitas bluetooth dan infra red..jangan biarkan bluetooth atau infrared dalam ponsel anda selalu dalam keadaan hidup(aktif).Karena kemungkinan akan dimasuki oleh sipencuri lewat konektivitas tersebut.sebisa mungkin ubah pengaturan diponsel agar setiap kali menerima transfer data lewat bluetooth atau infrared,selalu minta persetujuan dari anda terlebih dahulu.Jika suatu kali anda menerima kiriman data dari bluetooth dan orang yang mengirim tersebut tidak anda kenal..tolak kiriman data tersebut.
2.Ponsel biasanya dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih.Yaitu dengan menggunakan kode keamanan yang biasanya di sebut dengan PIN(Personal identification Number).PIN ini berupa angka yang dapat anda buat sendiri.Selain kode PIN ada juga PIN2..PIN2 merupakan kode PIN yang berfungsi sebagai pelindung lapis kedua.biasanya dengan PIN2 anda dapat mengunci beberapa aplikasi yang ada di ponsel.Jika beberapa kali salah memasukkan kode PIN,maka anda akan diminta memasukkan kode PUK(Personal Unblocking Key).Biasanya kode ini disediakan oleh masing masing operator.
3.Backup semua data yang ada didalam ponsel kedalam komputer.hal ini untuk berjaga jaga apabila nanti data data didalam ponsel hilang...
4.Saat memabaw ponsel anda untuk di service,jangan lupa mencabut memory card yang ada didalam ponsel.ini untuk mencegah apabila nanti data memory card anda di copy oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
5.saat akan menjual ponsel anda.sebisa mungkin menghapus semua data didalam ponsel.periksa memory card,jangan sampai ada data yang tertinggal.untuk lebih berjaga jaga lagi.coba untuk memformat memory card berulang ulang.karena dengan kita menformat memory berulang ulang akan menyebabkan data benar benar hancur(self-destruct)...karena sekarang ada software yang dapat membangkitkan lagi data yang telah terhapus dari memory card.
6.Bagi anda yang memiliki ponsel berkamera,usahakan jangan menggunakan kamera di ponsel untuk mengambil gambar gambar pribadi.karena tidak menutup kemungkinan orang orang akan berusaha untuk mengeksploitasi isinya.
7.Jangan meminjamkan ponsel kesembarang orang.Jika ada orang yang jail,maka dia akan diam diam mengambil data data pribadi di ponsel anda dan menyebarkannya keluar.
8.sebagai tambahan...usahakan jangan menyimpan nomor ponsel di kontak dengan nama nama seperti.."suamiku,kakakku,adikku atau panggilan panggilan untuk orang terdekat."mengapa saya katakan demikian?karena misalnya suatu saat tas anda hilang dan didalam tas anda ada handphone dan kartu ATM...maka sang pencuri akan segera menghubungi orang orang terdekat yang ada di phonebook ponsel anda.mereka akan mengaku sebagai teman anda dan meminta no PIN dari ATM yang ada didalam tas anda.
semoga bermanfaat!!!
Tips Membeli HP Bekas
04.51
Cek fitur
Ada baiknya sebelum membeli cek semua fitur yang ada. Coba bluetooth, Infra merah, kamera, musik, TV, radio dan kawan-kawan. Cek juga firmware HP tersebut. Kalau semua lancar dan tidak ada kejadian hang serta tidak lemot, maka ponsel tersebut masih pantas untuk dimiliki.
Cocokan spesifikasi
Jangan ragu untuk mencocokan spesifikasi yang ada di kardus HP atau di brosur dengan HPnya. Karena biasanya beberapa HP lokal tidak sesuai dengan spesifikasinya. Misalnya, dikardus dan di HP tertulis kamera berkekuatan 2 megapiksel, tapi kenyataannya hanya bisa menghasilkan foto berkualitas VGA.
Cek kelengkapan aksesories
Cek perlengkpan HP mulai dari charger, kabel data, headset, CD PC suite hingga kartu memoti external.
Periksa buku manual
Menurut Ditjen Postel, HP yang beredar di indonesia harus disertakan buku panduan berbahasa Indonesia. Perhatikan juga isi buku panduan tersebut. Beberapa buku panduan hanya memjelaskan fitur-fitur yang ada pada HP tampa menjelaskan langkah-langkah menggunakan fitur yang tersedia pada ponsel.
Perhatikan bahasa pada ponsel
HP yang beredar di Indonesia juga harus memiliki bahasa Indonesia di salah satu bahasanya. Standarnya memang seperti itu. Tidak hanya HP China, tapi merk lain seperti Nokia dan lain-lainnya.
Perhatikan garansi ponsel
Perhatikan garansi dari HP. Pastikan kamu mendapat garansi minimal selama 1 tahun.
Dan paNamun demikian, walaupun memiliki kebutuhan yang sama akan perangkat ponsel tersebut, tetap saja tak bisa dipungkiri bahwa daya beli masing-masing konsumen maupun calon konsumen tak sama. Banyak 'parameter' atau 'batasan-batasan' yang dimiliki oleh mereka dalam menentukan pilihan akan perangkat ponsel yang akan mereka gunakan selain dari sisi harga, seperti fitur, model, fungsional, dan sebagainya.
Saat ini, ponsel bekas makin diminati oleh para calon konsumen. Karena, para konsumen mulai kreatif dalam berpikir. Daripada mereka membelanjakan uangnya untuk ponsel yang baru dengan fungsi yang 'standard', lebih baik yang bekas namun memiliki fitur 'di atas standard'. Nilai uang yang dikeluarkan memang hampir sama, namun 'kemampuan' yang dimiliki oleh ponsel tersebut tentu berbeda.
Nah, berikut ini adalah tips bagi para calon konsumen yang akan memilih dan membeli ponsel bekas, agar bisa mendapatkan barang masih sangat layak dan normal, dengan harga yang relative murah.
1. Kenali Jenis Ponsel yang Akan Dibeli
Sebelum anda berangkat ke outlet atau counter HP, buatlah gambaran mengenai ponsel jenis apa yang akan anda beli, seperti: merk, type, dan jenis layanan komunikasi (GSM atau CDMA). Hal ini dilakukan, agar anda tak bingung dan mudah terpengaruh ketika dihadapkan dengan banyak pilihan di salah satu counter HP yang anda kunjungi. Atau bila perlu, carilah teman anda yang mempunyai ponsel yang sama dengan jenis ponsel yang anda inginkan. Sehingga anda telah mempunyai gambaran yang pasti mengenai ponsel tersebut.
2. 'Survei' Harga Pasaran
Carilah harga pasaran dari ponsel yang anda inginkan, baik baru maupun bekas, sebagai bahan pertimbangan dalam 'mengukur' nilai harga ponsel dengan masa pakai, nilai penyusutan, tren, dsb. Referensi mengenai harga ponsel bisa anda dapatkan melalui majalah atau tabloid mengenai ponsel, ataupun menanyakan secara langsung pada beberapa counter HP, sebagai bahan perbandingan.
3. Teliti Fisik dan Kelengkapan Ponsel
Yang namanya barang bekas, di mana-mana pasti memiliki cacat. Jangankan yang bekas, yang baru pun kadang juga telah memiliki 'cacat bawaan' alias 'cacat pabrik'. Tapi, paling tidak kita bisa mendapatkan barang bekas yang masih bagus, atau istilahnya 'BSB', yakni Bekas Seperti Baru. Kita mencari barang yang memiliki 'cacat' yang sesedikit mungkin, atau mungkin yang hampir tanpa cacat.
Teliti keutuhan fisik ponsel, baik itu casing, keypad atau tombol, LCD, baterai, charger, dos (samakan no. imei yang ada pada dos dengan no imei yang tertera badan ponsel bagian belakang) + buku manual, headset atau handsfree (optional), baut-baut, dan segel. Selain masalah keutuhan fisik, juga 'originalitas' atau 'keaslian' komponen luar (penampilan) dan dalam (hardware/perangkat keras) ponsel. Salah satu cara untuk mengenali keaslian ponsel tersebut, salah satunya bisa dilihat dari stiker yang ada pada ponsel tersebut, yang menunjukkan identitas dari distributor resminya. Hati-hati dengan penampilan yang 'Aspal' alias 'Asli tapi Palsu'.
4. Teliti Fungsionalitas dan Operasional Ponsel
Kenali menu standard dari ponsel, beserta keseluruhan isi dan fungsi dari dari ponsel tersebut. Cobalah untuk mengoperasikan ponsel tersebut, dengan terlebih dahulu mengisinya dengan berbagai macam SIM Card, baik yang berteknologi GSM maupun CDMA. Untuk ponsel berteknologi GSM, ada 3 frekuensi yang dipergunakan, yakni 900 MHz, 1800 MHz, dan 1900 MHz. Di Indonesia, yang saat ini dipergunakan adalah frekuensi 900/1800 MHz. Sedangkan frekuensi 1900 MHz dipergunakan pada ponsel berteknologi CDMA, disamping penggunaan frekuensi 850 MHz.
Telitilah pada kekuatan sinyal dan baterai, dengan mengamatinya pada indikator yang tertera di LCD atau tampilan pada layer ponsel. Jangan sampai nanti ternyata ponsel yang anda beli tersebut, baterainya nge-'drop' alias mudah habis, susah diisi ulang alias di-'charge' dan sinyalnya lemah sekali. Cobalah juga untuk mengoperasikan ponsel tersebut, dari kemudahan respon pada tombolnya, kekontrasan, gelap-terang, serta warna tampilan atau LCD ponsel, kondisi speaker beserta volumenya, microphone, vibrator alias menu getar ponsel, buzzer alias speaker yang mengeluarkan bunyi ringtones dari ponsel tersebut, beserta volumenya.
Kemudian untuk perangkat lunaknya, cobalah fitur-fitur dari ponsel (andai tersedia), seperti: perangkat konektifitas (IR – Infra Red, Bluetooth, kabel data), memori eksternal (MMC, RS-MMC, dll), handsfree, software-software aplikasi yang disediakan ponsel dan juga nomor kode standar atau phone code dari ponsel tersebut.
Pencet sembarang tombol dengan serampangan, anggap saja seperti anak kecil yang bermain-main ponsel dengan memencet tombol-tombolnya, sebanyak mungkin tombol dan selama mungkin. Perhatikan, jika kemudian ponsel tersebut hang atau macet, bisa dipastikan ponsel tersebut 'tak layak' pakai. Hati-hati dengan kamuflase yang dibuat oleh penjual ponsel yang 'curang', dari luar tampak bagus, didalamnya 'hancur lebur'.
5. Teliti Perjanjian Jual Beli dan Layanan 'After Sales'
Tanyakan mengenai garansi yang dimiliki oleh ponsel, apakah garansi dari distributor masih berlaku atau sudah kadaluwarsa. Kemudian, pastikan jaminan atau garansi apa yang diberikan oleh counter ponsel tersebut, garansi servis atau komponen, dan sampai berapa lama garansi tersebut berlaku.
6. Pilihlah Counter yang Profesional
Untuk menghindari 'penipuan' dalam jual beli ponsel, sebaiknya anda memilih counter yang professional dan terpercaya. Jangan tertipu dengan penampilan bangunan counter dan kata-kata dari si penjual yang manis penuh dengan 'rayuan'. Atau mungkin, anda meminta saran atau rekomendasi dari teman yang sudah pernah mendatangi counter tertentu. Dan jika anda tak menemui ponsel yang memenuhi criteria yang sesuai dengan yang anda inginkan, lebih baik pindah ke lain ponsel atau tunda dulu pembelian ponsel pada hari itu.
Selamat memilih-milih dan berbelanja ponsel, jangan lupa: tetap waspada akan bahaya copet yang mengincar di sekitar anda! stikan garansi tersebut asli bukan asli-aslian. Jangan mau beli HP baru dikasih garansi sejam.
Dengan memperhatikan beberapa tips diatas, 99 persen para pengguna ponsel lokal mendapatkan ponsel lokal yang bagus dan tahan lama.
Tips Membeli HP Lokal
04.48
Kompetisi ketat ponsel dimata konsumen saat ini berlangsung dengan dahsyat. Apalagi, selaCek fitur
Ada baiknya sebelum membeli cek semua fitur yang ada. Coba bluetooth, Infra merah, kamera, musik, TV, radio dan kawan-kawan. Cek juga firmware HP tersebut. Kalau semua lancar dan tidak ada kejadian hang serta tidak lemot, maka ponsel tersebut masih pantas untuk dimiliki.
Cocokan spesifikasi
Jangan ragu untuk mencocokan spesifikasi yang ada di kardus HP atau di brosur dengan HPnya. Karena biasanya beberapa HP lokal tidak sesuai dengan spesifikasinya. Misalnya, dikardus dan di HP tertulis kamera berkekuatan 2 megapiksel, tapi kenyataannya hanya bisa menghasilkan foto berkualitas VGA.
Cek kelengkapan aksesories
Cek perlengkpan HP mulai dari charger, kabel data, headset, CD PC suite hingga kartu memoti external.
Periksa buku manual
Menurut Ditjen Postel, HP yang beredar di indonesia harus disertakan buku panduan berbahasa Indonesia. Perhatikan juga isi buku panduan tersebut. Beberapa buku panduan hanya memjelaskan fitur-fitur yang ada pada HP tampa menjelaskan langkah-langkah menggunakan fitur yang tersedia pada ponsel.
Perhatikan bahasa pada ponsel
HP yang beredar di Indonesia juga harus memiliki bahasa Indonesia di salah satu bahasanya. Standarnya memang seperti itu. Tidak hanya HP China, tapi merk lain seperti Nokia dan lain-lainnya.
Perhatikan garansi ponsel
Perhatikan garansi dari HP. Pastikan kamu mendapat garansi minimal selama 1 tahun.
Dan pastikan garansi tersebut asli bukan asli-aslian. Jangan mau beli HP baru dikasih garansi sejam.
Dengan memperhatikan beberapa tips diatas, 99 persen para pengguna ponsel lokal mendapatkan ponsel lokal yang bagus dan tahan lama.in kebanjiran ponsel buatan negeri tirai bambu china, ponsel-ponsel lokalpun tak kalah mutu dan modelnya serta tahan banting. Namun, tentu saja dengan kian beragam dan membanjirnya produk ponsel yang ditawarkan, konsumen di sarankan untuk berhati-hati menentukan pilihan sebelum membeli. Berikut ini adalah sejumlah tips bagi konsumen untuk membeli ponsel lokal.