Tampilkan postingan dengan label Tips computer. Tampilkan semua postingan
Mematikan Dan Menyalakan Komputer Dengan Cepat
23.28
Jika kita hendak mematikan komputer, biasanya melalui fasilitas Shutdown atau Turn Off yang biasa diakses melalui Start - Turn Off Computer. Ada satu tips yang memungkinkan kita bisa mematikan dan menyalakan komputer dengan cepat, lebih cepat dari proses booting biasa, Shutdown ataupun Turn Off. Windows XP memiliki sebuah fasilitas yang dinamakan Hibernate. Kita tinggal mengaktifkannya saja.
Pada saat komputer bekerja maka data yang sedang diproses disimpan sementara pada memori. Hibernate adalah teknologi dimana ketika komputer dimatikan maka data yang ada di memori 'dipindahkan' ke hardisk. Jika suatu saat komputer dinyalakan kembali maka data yang ada dihardisk 'dikembalikan' lagi ke memori. Efeknya proses menyalakan (booting)dan mematikan komputer berlangsung dengan cepat karena komputer tidak mengambil data dari hardisk, melainkan dari memori.
Fungsi lain dari Hibernate adalah komputer akan menampilkan aplikasi terakhir yang sedang dijalankan saat komputer dimatikan. Sebagai contoh, ketika kita hendak mematikan komputer melalui Hibernate, saat itu ada aplikasi yang sedang dijalankan yakni Winamp. Nah ketika komputer dinyalakan kembali, aplikasi Winamp tersebut masih terbuka, lebih praktis kan?
Cara mengaktifkan fasilitas Hibernate adalah sebagai berikut:
* Klik kanan di desktop lalu pilih Properties
* Klik tab Screen Saver kemudian klik tombol Power…
* Klik tab Hibernate. Beri tanda ceklis pada pilihan Enable hibernation. Jika sudah, klik OK
Jika kita hendak mematikan komputer, klik Start - Turn Off Computer. Setelah kotak muncul, tekan tombol Shift. Perhatikan gambar dengan tulisan Stand by akan berubah menjadi Hibernate. Klik tombol tersebut dan komputer pun akan mati lebih cepat. Saat kita menyalakan komputer kembali, proses booting pun akan berjalan lebih cepat dari biasanya.
Semoga bermanfa'at.
(Sumber Cerdaskomputer.com)
Pada saat komputer bekerja maka data yang sedang diproses disimpan sementara pada memori. Hibernate adalah teknologi dimana ketika komputer dimatikan maka data yang ada di memori 'dipindahkan' ke hardisk. Jika suatu saat komputer dinyalakan kembali maka data yang ada dihardisk 'dikembalikan' lagi ke memori. Efeknya proses menyalakan (booting)dan mematikan komputer berlangsung dengan cepat karena komputer tidak mengambil data dari hardisk, melainkan dari memori.
Fungsi lain dari Hibernate adalah komputer akan menampilkan aplikasi terakhir yang sedang dijalankan saat komputer dimatikan. Sebagai contoh, ketika kita hendak mematikan komputer melalui Hibernate, saat itu ada aplikasi yang sedang dijalankan yakni Winamp. Nah ketika komputer dinyalakan kembali, aplikasi Winamp tersebut masih terbuka, lebih praktis kan?
Cara mengaktifkan fasilitas Hibernate adalah sebagai berikut:
* Klik kanan di desktop lalu pilih Properties
* Klik tab Screen Saver kemudian klik tombol Power…
* Klik tab Hibernate. Beri tanda ceklis pada pilihan Enable hibernation. Jika sudah, klik OK
Jika kita hendak mematikan komputer, klik Start - Turn Off Computer. Setelah kotak muncul, tekan tombol Shift. Perhatikan gambar dengan tulisan Stand by akan berubah menjadi Hibernate. Klik tombol tersebut dan komputer pun akan mati lebih cepat. Saat kita menyalakan komputer kembali, proses booting pun akan berjalan lebih cepat dari biasanya.
Semoga bermanfa'at.
(Sumber Cerdaskomputer.com)
Tips Membuat Password Yang Bagus Dan Aman
21.06
Jika ada yang berpendapat bahwa memproteksi data dengan password berarti sudah aman, itu kurang tepat. Kenyataannya sudah banyak cara untuk dapat mengetahui (menjebol) password. Oleh karena itu kita harus selalu waspada dan harus mengetahui bagaimana cara membuat password yang bagus dan aman
Penulis sempat mencoba memberi password pada sebuah dokumen Microsoft Word, lalu mencoba menggunakan sebuah aplikasi / software recovery password yang berfungsi untuk menjebol password. Percaya atau tidak, tidak sampai hitungan menit password dokumen tersebut berhasil ditemukan. Bisa kita bayangkan jika dokumen kita yang berisi nomor kartu kredit, nomor PIN dsb dapat dijebol orang, suatu hal yang seharusnya tidak boleh terjadi.
Jika kita akan membuat sebuah password, ikuti langkah berikut:
* Panjang password minimal 8 karakter. Semakin panjang semakin bagus
* Password harus terdiri dari huruf besar, huruf kecil, angka dan simbol. Contoh simbol adalah spt tanda *, ?, #, $ dsb.
* Ganti password kita dalam jangka waktu tertentu, misalnya 6 bulan sekali atau setahun sekali
- Contoh password yang kurang bagus dan tidak aman: budi
- Contoh password yang bagus dan aman: B*7uD#i3?
Membuat password dengan diberi karakter huruf besar, huruf kecil, angka dan simbol memang agak susah untuk kita ingat, tapi kita bisa menyimpannya ditempat yang aman. Selain itu juga kita harus mempertimbangkan terhadap pentingnya dokumen yang kita buat. Jika kita membuat password dengan langkah-langkah diatas maka password kita akan 'susah' dijebol meskipun memakai software recovery password sekalipun.
Semoga bermanfa'at.
(Sumber www.cerdaskomputer.com)
Penulis sempat mencoba memberi password pada sebuah dokumen Microsoft Word, lalu mencoba menggunakan sebuah aplikasi / software recovery password yang berfungsi untuk menjebol password. Percaya atau tidak, tidak sampai hitungan menit password dokumen tersebut berhasil ditemukan. Bisa kita bayangkan jika dokumen kita yang berisi nomor kartu kredit, nomor PIN dsb dapat dijebol orang, suatu hal yang seharusnya tidak boleh terjadi.
Jika kita akan membuat sebuah password, ikuti langkah berikut:
* Panjang password minimal 8 karakter. Semakin panjang semakin bagus
* Password harus terdiri dari huruf besar, huruf kecil, angka dan simbol. Contoh simbol adalah spt tanda *, ?, #, $ dsb.
* Ganti password kita dalam jangka waktu tertentu, misalnya 6 bulan sekali atau setahun sekali
- Contoh password yang kurang bagus dan tidak aman: budi
- Contoh password yang bagus dan aman: B*7uD#i3?
Membuat password dengan diberi karakter huruf besar, huruf kecil, angka dan simbol memang agak susah untuk kita ingat, tapi kita bisa menyimpannya ditempat yang aman. Selain itu juga kita harus mempertimbangkan terhadap pentingnya dokumen yang kita buat. Jika kita membuat password dengan langkah-langkah diatas maka password kita akan 'susah' dijebol meskipun memakai software recovery password sekalipun.
Semoga bermanfa'at.
(Sumber www.cerdaskomputer.com)
Membuat Password Pada Dokumen Microsoft Word
20.54
Jika kita mempunyai dokumen penting (pada Micorosoft Word misalnya) maka sudah seharusnya kita mengetahui bagaimana cara membuat password pada Microsoft Word, karena salah satu cara memberi perlindungan terhadap sebuah dokumen adalah dengan memberi PIN atau password. Jangan sampai dokumen penting anda disalah-gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung-jawab.
Apalagi jika komputer kita dipakai oleh banyak orang, sementara kita tidak ingin dokumen kita dilihat oleh orang lain, maka pembuatan password sangat dianjurkan.
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
* Buka dokumen kita yang akan diberi password, kemudian klik menu Tools lalu pilih Options
* Klik tab Security.
* Isikan password kita pada kotak yang pertama (kotak disamping tulisan Password to open). Jika sudah klik tombol OK
* Akan muncul kotak konfirmasi password. Tulis kembali password yang telah kita buat tadi, lalu klik tombol OK
* Simpan dokumen dengan mengklik menu File lalu pilih Save
Dengan demikian jika hendak membuka dokumen tersebut maka harus memasukkan password yang telah kita atur tadi terlebih dahulu. Untuk mengetahui bagaimana agar password kita selalu aman dan tidak mudah dijebol orang, lihat artikel Tips membuat password yang bagus dan aman
Semoga bermanfa'at.
(Sumber www.cerdaskomputer.com)
Apalagi jika komputer kita dipakai oleh banyak orang, sementara kita tidak ingin dokumen kita dilihat oleh orang lain, maka pembuatan password sangat dianjurkan.
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
* Buka dokumen kita yang akan diberi password, kemudian klik menu Tools lalu pilih Options
* Klik tab Security.
* Isikan password kita pada kotak yang pertama (kotak disamping tulisan Password to open). Jika sudah klik tombol OK
* Akan muncul kotak konfirmasi password. Tulis kembali password yang telah kita buat tadi, lalu klik tombol OK
* Simpan dokumen dengan mengklik menu File lalu pilih Save
Dengan demikian jika hendak membuka dokumen tersebut maka harus memasukkan password yang telah kita atur tadi terlebih dahulu. Untuk mengetahui bagaimana agar password kita selalu aman dan tidak mudah dijebol orang, lihat artikel Tips membuat password yang bagus dan aman
Semoga bermanfa'at.
(Sumber www.cerdaskomputer.com)
Mematikan Komputer dengan 1 Tombol Keyboard
20.31
Jika kita akan mematikan komputer, biasanya dilakukan melalui menu Start – Turn Off Computer dan pada kotak yang muncul kita pilih tombol Turn Off, lalu komputer pun akan melakukan proses Shutdown. Ada satu tips agar kita bisa mematikan komputer hanya dengan menekan 1 tombol keyboard saja sehingga akan meningkatkan efisiensi kita dalam menggunakan komputer dan mempercepat proses shutdown itu sendiri.
Untuk menerapkan tips ini, ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut:
*
Klik kanan pada Desktop (layar utama) lalu pilih Properties sehingga muncul kotak Display Properties
*
Pilih tab Screen Saver lalu klik tombol Power… sehingga muncul kotak Power Options Properties.
*
Klik tab Advanced. Pada tulisan When I press the power button on my computer: pilih menu Shut down. Jika sudah, klik tombol OK - OK
Untuk mencobanya, silahkan anda tekan tombol Power pada keyboard (terletak di ujung kanan atas dekat lampu indikator keyboard). Anda perhatikan, hanya dengan menekan 1 tombol tersebut, komputer akan langsung melakukan proses Shut down.
(sumber www.Cerdaskomputer.com)
Untuk menerapkan tips ini, ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut:
*
Klik kanan pada Desktop (layar utama) lalu pilih Properties sehingga muncul kotak Display Properties
*
Pilih tab Screen Saver lalu klik tombol Power… sehingga muncul kotak Power Options Properties.
*
Klik tab Advanced. Pada tulisan When I press the power button on my computer: pilih menu Shut down. Jika sudah, klik tombol OK - OK
Untuk mencobanya, silahkan anda tekan tombol Power pada keyboard (terletak di ujung kanan atas dekat lampu indikator keyboard). Anda perhatikan, hanya dengan menekan 1 tombol tersebut, komputer akan langsung melakukan proses Shut down.
(sumber www.Cerdaskomputer.com)
Tips Untuk Motherboard Berbasis AMD
06.24
Bagi anda yang menggunakan motherboard berbasis AMD (menggunakan prosesor AMD), tips berikut dapat membantu anda untuk memelihara motherboard. Besarnya panas yang dihasilkan oleh perangkat berbasis AMD memang masih jadi pemicu utama terjadinya berbagai masalah.
Ciri dari motherboard yang berbasis AMD adalah digunakannya prosesor yang berjenis AMD juga, seperti Duron, Athlon dan Phenom. Untuk langkah pemeliharaan, anda bisa lakukan tips berikut:
Memakai fan / kipas casing tambahan
Panas, ya itulah alasan yang tepat untuk menggunakan fan casing tambahan. Dengan memakai fan casing tambahan, panas yang dikeluarkan oleh prosesor akan terbantu untuk dikeluarkan juga dari casing sehingga sirkulasi udara pada casing menjadi lebih teratur. Hal ini juga tentunya akan mengurangi panas didalam motherboard itu sendiri. Biasanya pada casing terdapat 1 - 3 tempat untuk memasang fan / kipas tambahan, baik didepan casng ataupun dibelakang. Anda bisa mendapatkan fan / kipas ini dari toko-toko komputer
Perhatikan kondisi Motherboard
Perhatikan pada papan motherboard anda, Jika ujung konduktor nya (bentuknya spt kapsul) sudah mulai mekar (mengembang keatas) maka 'segeralah' mengganti / menukar motherboard anda, sebab ini menunjukkan kekuatan motherboard sudah mulai lemah. Cepat atau lambat, motherboard anda pasti akan segera 'pensiun'. Memang panas yang kerap tinggi memicu komponen pada motherboard menjadi tidak stabil dan kurang bertahan lama. Ini suka terjadi pada motherboard yang sudah berumur.
Waspada terhadap Overclock
Overclock adalah meningkatkan kemampuan suatu perangkat 'melebihi kapasitasnya'. Misalkan prosesor anda berkecepatan 2,0 Ghz, maka jika di overclock bisa menjadi 2,3 Ghz, 2,5 Ghz dan sebagainya. Dengan kata lain, overclock adalah 'memaksa' suatu perangkat untuk bekerja diatas kemampuan normalnya.
Jika anda hendak melakukan overclock (prosesor misalnya), perhatikan terhadap komponen-komponen lainnya, termasuk motherboard. Anda jangan hanya terfokus untuk melakukan overclock tanpa melihat komponen yang lain. Sebagai catatan, melakukan tindakan overclock akan mempengaruhi terhadap komponen yang lainnya. Tidak di overclock pun, suhu di dalam motherboard sudah tinggi. Meskipun prosesor anda support untuk overclock tapi tidak memerhatikan kondisi motherboard, maka motherboard anda akan timbul berbagai masalah. Lebih baik anda lihat di buku panduan terlebih dahulu, apa yang mesti anda lakukan jika hendak melakukan tindakan overclock, ikuti anjuran dari pihak produsen.
Saat ini, tidak hanya prosesor yang bisa di overclock, perangkat lain pun sudah mendukung proses overclock, seperti VGA Card / Kartu grafis ataupun Memori / RAM
Sumber (Cerdaskomputer.com)
Ciri dari motherboard yang berbasis AMD adalah digunakannya prosesor yang berjenis AMD juga, seperti Duron, Athlon dan Phenom. Untuk langkah pemeliharaan, anda bisa lakukan tips berikut:
Memakai fan / kipas casing tambahan
Panas, ya itulah alasan yang tepat untuk menggunakan fan casing tambahan. Dengan memakai fan casing tambahan, panas yang dikeluarkan oleh prosesor akan terbantu untuk dikeluarkan juga dari casing sehingga sirkulasi udara pada casing menjadi lebih teratur. Hal ini juga tentunya akan mengurangi panas didalam motherboard itu sendiri. Biasanya pada casing terdapat 1 - 3 tempat untuk memasang fan / kipas tambahan, baik didepan casng ataupun dibelakang. Anda bisa mendapatkan fan / kipas ini dari toko-toko komputer
Perhatikan kondisi Motherboard
Perhatikan pada papan motherboard anda, Jika ujung konduktor nya (bentuknya spt kapsul) sudah mulai mekar (mengembang keatas) maka 'segeralah' mengganti / menukar motherboard anda, sebab ini menunjukkan kekuatan motherboard sudah mulai lemah. Cepat atau lambat, motherboard anda pasti akan segera 'pensiun'. Memang panas yang kerap tinggi memicu komponen pada motherboard menjadi tidak stabil dan kurang bertahan lama. Ini suka terjadi pada motherboard yang sudah berumur.
Waspada terhadap Overclock
Overclock adalah meningkatkan kemampuan suatu perangkat 'melebihi kapasitasnya'. Misalkan prosesor anda berkecepatan 2,0 Ghz, maka jika di overclock bisa menjadi 2,3 Ghz, 2,5 Ghz dan sebagainya. Dengan kata lain, overclock adalah 'memaksa' suatu perangkat untuk bekerja diatas kemampuan normalnya.
Jika anda hendak melakukan overclock (prosesor misalnya), perhatikan terhadap komponen-komponen lainnya, termasuk motherboard. Anda jangan hanya terfokus untuk melakukan overclock tanpa melihat komponen yang lain. Sebagai catatan, melakukan tindakan overclock akan mempengaruhi terhadap komponen yang lainnya. Tidak di overclock pun, suhu di dalam motherboard sudah tinggi. Meskipun prosesor anda support untuk overclock tapi tidak memerhatikan kondisi motherboard, maka motherboard anda akan timbul berbagai masalah. Lebih baik anda lihat di buku panduan terlebih dahulu, apa yang mesti anda lakukan jika hendak melakukan tindakan overclock, ikuti anjuran dari pihak produsen.
Saat ini, tidak hanya prosesor yang bisa di overclock, perangkat lain pun sudah mendukung proses overclock, seperti VGA Card / Kartu grafis ataupun Memori / RAM
Sumber (Cerdaskomputer.com)
Menyelamatkan Data 'My Documents'
06.17
Hampir semua orang menyimpan datanya didalam folder My Documents. Folder ini memang folder standard dari komputer untuk menyimpan berbagai dokumen kita. Ada satu tips agar kita dapat menyelamatkan data-data yang ada didalam folder My Documents ini, sehingga hilangnya data dapat kita hindari sedini mungkin.
Perlu diketahui bahwa letak 'folder asli' dari My Documents ini ada didalam C:\Documents and Settings\Nama User\My Documents. Anda bisa mengeceknya melalui klik kanan pada folder My Documents lalu pilih Properties. Perhatikan pada kotak Target Folder Location, disitulah sebenarnya data My Documents itu disimpan.
Menyimpan data di lokasi tersebut sebenarnya kurang aman, mengapa?. Jika suatu saat komputer kita error (tidak bisa masuk ke Windows misalnya) sehingga tidak ada jalan lain untuk membetulkan komputer kita kecuali dengan memformat Windows, maka susah bagi kita untuk menyelamatkan data My Documents tersebut karena letaknya ada di C, dan begitu melakukan format Windows maka secara otomatis seluruh data yang ada di My Documents 'akan terhapus'. Memformat Windows sama saja dengan menghapus 'seluruh data' yang ada di drive / partisi C.
Memang masih bisa untuk diselamatkan, antara lain dengan mengkopi folder My Documents tersebut ke drive lain (seperti drive D, E dsb) melalui DOS, atau memindahkannya melalui kopi hardisk (hardisk kita dipasang di komputer orang lain), namun cara-cara diatas cukup merepotkan bagi kita. Ada satu trik agar kita dapat menyelamatkan data di My Documents yakni dengan memindahkan target dari letak My Documents tersebut ke partisi lain, misalkan D, E dsb.
Caranya cukup mudah, yakni:
*
Klik kanan pada Start lalu pilih Explore
*
Pada partisi / drive selain C (misalkan di drive / partisi D), buat folder baru dengan nama Dataku (atau nama lain sesuka anda)
*
Klik kanan pada folder My Documents lalu pilih Properties
*
Klik tombol Move…. Pada kotak yang muncul, cari folder yang anda buat tadi. Jika sudah, klik OK - OK. Pada kotak yg muncul, klik Yes.
Anda bisa cek:
Isi folder My Documents = Isi folder Dataku (pada drive / partisi D)
Dengan demikian, jika suatu saat komputer anda error sehingga harus di format Windows, maka seluruh data My Document akan selamat sebab tidak lagi disimpan di drive C, melainkan sudah dipindahkan ke drive D.
Hal ini sangat penting dilakukan mengingat banyak orang yang kehilangan datanya yang berada di My Documents sewaktu dilakukan format Windows. Jika tips ini anda lakukan, maka kejadian seperti tadi tidak akan menimpa pada anda.
Keterangan :
*
Format Windows adalah proses untuk menginstal ulang Windows, dengan kata lain Windows anda diganti dengan yang baru 'secara total'
*
Drive / Partisi adalah pembagian lokasi hardisk untuk penyimpanan data di komputer. Jika anda membuka Windows Explorer maka biasanya akan terlihat tulisan (C), (D), (E) dan sebagainya. Bagian-bagian tersebut berguna untuk 'membagi-bagi' lokasi penyimpanan data kita. Kecuali drive / partisi untuk CD-ROM/DVD-ROM, drive / partisi ini tidak berfungsi untuk menyimpan data tapi berfungsi untuk membaca kepingan CD / DVD.
Semoga bermanfa'at.
Sumber (Cerdaskomputer.com)
Perlu diketahui bahwa letak 'folder asli' dari My Documents ini ada didalam C:\Documents and Settings\Nama User\My Documents. Anda bisa mengeceknya melalui klik kanan pada folder My Documents lalu pilih Properties. Perhatikan pada kotak Target Folder Location, disitulah sebenarnya data My Documents itu disimpan.
Menyimpan data di lokasi tersebut sebenarnya kurang aman, mengapa?. Jika suatu saat komputer kita error (tidak bisa masuk ke Windows misalnya) sehingga tidak ada jalan lain untuk membetulkan komputer kita kecuali dengan memformat Windows, maka susah bagi kita untuk menyelamatkan data My Documents tersebut karena letaknya ada di C, dan begitu melakukan format Windows maka secara otomatis seluruh data yang ada di My Documents 'akan terhapus'. Memformat Windows sama saja dengan menghapus 'seluruh data' yang ada di drive / partisi C.
Memang masih bisa untuk diselamatkan, antara lain dengan mengkopi folder My Documents tersebut ke drive lain (seperti drive D, E dsb) melalui DOS, atau memindahkannya melalui kopi hardisk (hardisk kita dipasang di komputer orang lain), namun cara-cara diatas cukup merepotkan bagi kita. Ada satu trik agar kita dapat menyelamatkan data di My Documents yakni dengan memindahkan target dari letak My Documents tersebut ke partisi lain, misalkan D, E dsb.
Caranya cukup mudah, yakni:
*
Klik kanan pada Start lalu pilih Explore
*
Pada partisi / drive selain C (misalkan di drive / partisi D), buat folder baru dengan nama Dataku (atau nama lain sesuka anda)
*
Klik kanan pada folder My Documents lalu pilih Properties
*
Klik tombol Move…. Pada kotak yang muncul, cari folder yang anda buat tadi. Jika sudah, klik OK - OK. Pada kotak yg muncul, klik Yes.
Anda bisa cek:
Isi folder My Documents = Isi folder Dataku (pada drive / partisi D)
Dengan demikian, jika suatu saat komputer anda error sehingga harus di format Windows, maka seluruh data My Document akan selamat sebab tidak lagi disimpan di drive C, melainkan sudah dipindahkan ke drive D.
Hal ini sangat penting dilakukan mengingat banyak orang yang kehilangan datanya yang berada di My Documents sewaktu dilakukan format Windows. Jika tips ini anda lakukan, maka kejadian seperti tadi tidak akan menimpa pada anda.
Keterangan :
*
Format Windows adalah proses untuk menginstal ulang Windows, dengan kata lain Windows anda diganti dengan yang baru 'secara total'
*
Drive / Partisi adalah pembagian lokasi hardisk untuk penyimpanan data di komputer. Jika anda membuka Windows Explorer maka biasanya akan terlihat tulisan (C), (D), (E) dan sebagainya. Bagian-bagian tersebut berguna untuk 'membagi-bagi' lokasi penyimpanan data kita. Kecuali drive / partisi untuk CD-ROM/DVD-ROM, drive / partisi ini tidak berfungsi untuk menyimpan data tapi berfungsi untuk membaca kepingan CD / DVD.
Semoga bermanfa'at.
Sumber (Cerdaskomputer.com)
Menonaktifkan Perangkat / Port USB
06.13
USB merupakan port koneksi yang sudah menjadi standard saat ini. Selain karena kecepatannya yang relatif tinggi, USB memiliki interkoneksi yang universal. Printer, flashdisk, kamera digital, card reader dan sebagainya, semuanya mayoritas menggunakan port USB. Apakah kita dapat menonaktifkan port USB pada komputer?
Tips berikut akan menjelaskan bagaimana kita bisa menonaktifkan perangkat / port USB. Pengaturan dilakukan melalui BIOS, yakni program yang merupakan bawaan dari produsen motherboard dan dijalankan under DOS yakni tampilan programnya tidak seperti aplikasi Windows. Biasanya program BIOS memiliki tampilan layar berwarna biru.
Untuk berpindah-pindah menu dalam program BIOS, gunakan tanda panah pada keyboard (biasanya berada dibawah tombol Page Down), sebab peranan mouse tidak akan berfungsi.
Jika kita ingin menonaktifkan perangkat / port USB pada komputer, ikuti langkah-langkah berikut:
*
Nyalakan komputer (jika komputer sudah dalam keadaan menyala, restart saja)
*
Pada saat komputer baru menyala, tekan tombol Delete atau F2. Ini tergantung dari settingan motherboardnya, tp biasanya tidak jauh dari kedua tombol tadi.
*
Akan muncul tampilan BIOS. Pilih menu INTEGRATED PERIPHERALS, lalu tekan Enter
*
Carilah pilihan OnChip USB. Ubah piihan Enable menjadi Disable. Untuk merubahnya, gunakan tombol Page Up - Page Down atau tombol Enter. Jika sudah, tekan tombol Esc
*
Pilih Pilihan SAVE & EXIT SETUP lalu tekan Enter
*
Pada kotak yang muncul pilih tombol Y lalu Enter
Dengan langkah-langkah diatas tadi maka semua perangkat yang menggunakan koneksi / port USB akan dinonaktifkan. Kita bisa mengaktifkannya kembali dengan merubah pilihan Disable menjadi Enable.
Sebagai catatan, nama dan penempatan menu untuk menonaktifkan USB mungkin berbeda pada tiap BIOS, tergantung settingan dari produsennya. Namun anda bisa mencari pilihan yang kurang lebih sama seperti diatas tadi.
Semoga bermanfa'at
Ths for : Mr Ghonjez
Tips berikut akan menjelaskan bagaimana kita bisa menonaktifkan perangkat / port USB. Pengaturan dilakukan melalui BIOS, yakni program yang merupakan bawaan dari produsen motherboard dan dijalankan under DOS yakni tampilan programnya tidak seperti aplikasi Windows. Biasanya program BIOS memiliki tampilan layar berwarna biru.
Untuk berpindah-pindah menu dalam program BIOS, gunakan tanda panah pada keyboard (biasanya berada dibawah tombol Page Down), sebab peranan mouse tidak akan berfungsi.
Jika kita ingin menonaktifkan perangkat / port USB pada komputer, ikuti langkah-langkah berikut:
*
Nyalakan komputer (jika komputer sudah dalam keadaan menyala, restart saja)
*
Pada saat komputer baru menyala, tekan tombol Delete atau F2. Ini tergantung dari settingan motherboardnya, tp biasanya tidak jauh dari kedua tombol tadi.
*
Akan muncul tampilan BIOS. Pilih menu INTEGRATED PERIPHERALS, lalu tekan Enter
*
Carilah pilihan OnChip USB. Ubah piihan Enable menjadi Disable. Untuk merubahnya, gunakan tombol Page Up - Page Down atau tombol Enter. Jika sudah, tekan tombol Esc
*
Pilih Pilihan SAVE & EXIT SETUP lalu tekan Enter
*
Pada kotak yang muncul pilih tombol Y lalu Enter
Dengan langkah-langkah diatas tadi maka semua perangkat yang menggunakan koneksi / port USB akan dinonaktifkan. Kita bisa mengaktifkannya kembali dengan merubah pilihan Disable menjadi Enable.
Sebagai catatan, nama dan penempatan menu untuk menonaktifkan USB mungkin berbeda pada tiap BIOS, tergantung settingan dari produsennya. Namun anda bisa mencari pilihan yang kurang lebih sama seperti diatas tadi.
Semoga bermanfa'at
Ths for : Mr Ghonjez
Tips Membuat 'Shortcut untuk 'Shutdown'
00.00
KapanLagi.com - Untuk melakukan shutdown pada Windows memang bisa dengan berbagai cara. Ada yang memakai dengan menekan tombol Start kemudian pilih Shut Down. Atau bisa juga dengan menekan kombinasi tombol Alt+F4 di bagian desktop. Tapi bagaimana kalau lewat shortcut?
Kita bisa membuat suatu shortcut di bagian desktop. Cukup double click pada shortcut itu, maka Windows akan otomatis shut down. Windows XP dan Vista keduanya bisa memakai cara ini.
Caranya lakukan klik kanan pada bagian desktop dan pilih New, kemudian Shortcut. Ketika wizard menanyai Anda lokasi dari item yang akan Anda jadikan shortcut, ketikkan shutdown -s. Klik tombol Next. Gantilah nama dari shortcut itu dengan pilihan Anda atau biarkan default dengan nama “shutdown”, dan klik Finish.
Ketika Anda double click shortcut ini, Windows akan menghitung sampai 30, kemudian akan melakukan shut down.
Selama menunggu, tentu saja Anda dapat membatalkan proses shutdown. Selain dengan menekan tombol Close pada window yang muncul, ada juga cara mudahnya dengan shortcut juga.
Sekali lagi klik kanan pada desktop, pilih New-Shortcut. Tetapi untuk kali ini ketika wizard menanyakan lokasi dari item, yang Anda ketikkan kali ini adalah shutdown -a. Dan kemudian sama dengan sebelumnya, tinggal beri nama shortcut ini misalnya dengan “abort shutdown”. (pcworld/cax)
Download Gratis Software Profesional
23.55
Tentunya Anda sudah mengenal beberapa tipe software, diantaranya freeware dan shareware. Freeware merupakan software yang dapat Anda gunakan secara “bebas” tanpa dikenakan biaya alias gratis. Sedangkan shareware merupakan software yang kalau Anda gunakan maka Anda harus membayar biaya lisensi tertentu. Diantara dua tipe software tersebut biasaya yang paling banyak dicari adalah yang freeware. Alasannya jelas, karena gratisnya itu.
Nah kalau Anda ingin menggunakan shareware tanpa harus membelinya Anda bisa mendownload dari situs GiveAwayOfTheDay.com. Setiap hari cuma ada satu software yang dapat Anda download dengan gratis. Shareware gratis yang disediakan pada tanggal sebelumnya tidak dapat Anda download lagi.
Oleh karena itu supaya Anda tidak ketinggalan informasi software gratis apa saja yang bisa Anda download, Anda bisa berlangganan feed via email atau feed reader lain.
Tips Agar Komputer Cepat dan Stabil
23.52
Halo pembaca!! Anda merasa komputer anda lambat?? Atau sering restart tanpa sebab yang jelas?? Hal ini tentu sangat menjengkelkan, disaat kita bekerja dan berpacu dengan waktu, eh komputer malah ngadat… atau malah virus menyerang dan membabat habis file pekerjaan.. wah bisa-bisa gak naik pangkat nie. Bukanya nakut-nakutin ya, komputer memang memerlukan perawatan agar dapat bekerja secara optimal. Berikut adalah tips-tips ringan agar komputer dapat bekerja optimal dan stabil. Tips ini bersumber dari pengalaman saya dan berbagai referensi di belantara internet. Selamat membaca!
Kebersihan Komputer Masak komputer juga harus bersih? Emang bisa sakit?? bukan begitu om… Komputer harus dijaga kebersihanya, tak jarang komputer restart sendiri karena debu menumpuk didalam casing CPU. Teman saya pernah mengalami, saat itu komputernya 2 bulan tidak digunakan, ketika digunakan ternyata komputer tersebut lambat dan sering restart. Setelah dibuka casing CPU-nya ternyata debu memenuhi peripheral dalam CPU. Setelah dibersihkan, komputer tersebut stabil dan tidak restart lagi. Paling tidak tiap 2 bulan, bukalah casing CPU dan bersihkan debu yang menempel pada kipas, motherboard dan peripheral lainya. Lepas RAM dan bersihkan konektornya menggunakan lap kering dan bersihkan pula slotnya. Jika bisa, lepas heatsink prosesor dan ganti thermal pastenya. Debu dapat menyebabkan aliran listrik dan data tidak lancar dan bila mengotori kipas/heatsink dapat mengganggu pelepasan panas, akibatnya suhu pun meningkat. Bahkan, gara-gara debu, hardisk milik teman saya tidak terdeteksi, maka konektornya pun dibersihkan. Untuk membersihkan motherboard bisa menggunakan kuas halus dan disapukan di badan motherboard agar debu hilang. Bersihkan juga ruangan dan peralatan di sekitar komputer. Jika komputer terbebas dari debu, maka aliran listrik lancar, pelepasan panas pun lancar dan hasilnya komputer mejadi lebih stabil.
Kebersihan Komputer Masak komputer juga harus bersih? Emang bisa sakit?? bukan begitu om… Komputer harus dijaga kebersihanya, tak jarang komputer restart sendiri karena debu menumpuk didalam casing CPU. Teman saya pernah mengalami, saat itu komputernya 2 bulan tidak digunakan, ketika digunakan ternyata komputer tersebut lambat dan sering restart. Setelah dibuka casing CPU-nya ternyata debu memenuhi peripheral dalam CPU. Setelah dibersihkan, komputer tersebut stabil dan tidak restart lagi. Paling tidak tiap 2 bulan, bukalah casing CPU dan bersihkan debu yang menempel pada kipas, motherboard dan peripheral lainya. Lepas RAM dan bersihkan konektornya menggunakan lap kering dan bersihkan pula slotnya. Jika bisa, lepas heatsink prosesor dan ganti thermal pastenya. Debu dapat menyebabkan aliran listrik dan data tidak lancar dan bila mengotori kipas/heatsink dapat mengganggu pelepasan panas, akibatnya suhu pun meningkat. Bahkan, gara-gara debu, hardisk milik teman saya tidak terdeteksi, maka konektornya pun dibersihkan. Untuk membersihkan motherboard bisa menggunakan kuas halus dan disapukan di badan motherboard agar debu hilang. Bersihkan juga ruangan dan peralatan di sekitar komputer. Jika komputer terbebas dari debu, maka aliran listrik lancar, pelepasan panas pun lancar dan hasilnya komputer mejadi lebih stabil.